This entry was supposedly be published last month, but then again, same lame excuses I would like to present. Please don't misconcepts the title, it is not about nuha. The idea was derived from my conversation between me and my long-lost friend.
Friend: sekian lama tidak di dengari sebarang berita,bagaimana keadaanya anda??sehat sejahtera hendaknya..hahahaha
Me: Baik², alhamdulillah.. Anda? Sekarang saya bekerja, agak sibuk, tapi semuanya under control lagi
Friend: anda sebuk??pernahkah anda tidak sebuk??hahaha..sebuk² pun,perot kena jaga,nanti kena gastrik lagi,masuk lagi hospital.
Me: Hahaha. Good point there. Saya tak pernah tak sebuk, bertambah umur = bertambah sebuk. Damn. But yeah, gastric problem, never stops. I was hospitalized (again) last two years, hopefully next coming years takde lah. Serik. (Ceh, serik la sangat, poyo je)
Friend: masih nuha yang dulu..mungkin di dalam kamus dewan bahasa pustaka edisi ke 5 nanti akan di daftar perkataan nuha sebagai kata ganti untuk kesebukan yang tiada penghujung??hahaha..atau mungkin anda mahu membuat hospital itu sebagai rumah anda yang kedua??hahaha..
Me: Oh, awesome betol kalau nuha jadi kata ganti nama untuk sebuk yang tiada berpenghhujung. Haha. Kalau camtu kamus dewan bahasa akan jadi dua kali ganda tebal? Sebab banyak lagi nama org yang sibuk dapat masuk dalam kamus dewan bahasa tu. Haha
Friend: saya belum jumpa lagi orang yang 'senuha' anda..jadi andalah lambang 'kenuhakan' wanita bekerjaya..hahaha..dan disebabkan oleh 'kenuhakan' yang terjadi,anda telah mendaftar untuk menjadi pengunjung hospital yang tegar..jadi,moral of the story,jangan jadi 'nuha'..hahaha
Hahaha, he made out his point there. Maybe I was rushing life to stressful path. I should've taken life as a bless from Allah and embrace it to the fullest.
Cheers!
Hahaha, he made out his point there. Maybe I was rushing life to stressful path. I should've taken life as a bless from Allah and embrace it to the fullest.
Cheers!
No comments:
Post a Comment